anigif2

Location


Lihat Akfar - ISFI Banjarmasin di peta yang lebih besar

Formulir Penerimaan MahasiswaBaru

klik disini untuk download formulir penerimaan mahasiswa baruform-penerimaan-mhs-baru_3

PENGUMUMAN UNTUK MAHASISWA ANGKATAN IV YANG SEDANG MENYELESAIKAN KARYA TULIS ILMIAH (KTI)

PENGUMUMAN UNTUK MAHASISWA ANGKATAN IV YANG SEDANG MENYELESAIKAN KARYA TULIS ILMIAH (KTI)

Pemberitahuan

Diberitahukan kepada mahasiswa AKADEMI FARMASI  ISFI BANJARMASIN ANGKATAN IV yang sedang melakukan penelitian untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah (KTI) bahwa ” Batas Akhir Pengumpulan naskah KTI adalah tanggal 13 juni 2015 maksimal jam 15.00″

Naskah KTI yang dikumpul pada tanggal tersebut harus sudah mendapat persetujuan dari dosen pembimbing internal dan eksternal untuk dapat dipersentasikan pada seminar hasil penelitian KTI.

Seminar hasil penelitian KTI akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni – 4 Juli 2015. terkait dengan penyusunan jadwal seminar hasil penelitian KTI,mahasiswa diharapkan bisa menanyakan kepada dosen pembimbing eksternal mengenai hari/tanggal dan jam mereka bisa datang ke AKADEMI FARMASI ISFI BANJARMASIN untuk menghadiri seminar tersebut.

Jadwal kesediaan pembimbing eksternal untuk hadir di Akademi Farmasi Isfi Banjarmasin dikumpulkan terakhir tanggal 13 juni jam 15.00.jadwal tersebut dikumpulkan kepada Bapak RIZA ALFIAN.

HUBUNGAN PENDIDIKAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN PADA PENGGUNAAN CTM (Klorfeniramin) DI PUSKESMAS TERMINAL BANJARMASIN, KARYA TULIS ILMIAH, AKADEMI FARMASI ISFI BANJARMASIN. (Oleh: Syarifah Rizka Amalia)

Salah  satu  pelayanan kesehatan  yang  paling  mudah  di  jangkau  oleh masyarakat  yaitu  Puskesmas Pasien  yang  berobat  Puskesmas  tentunya memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda,dan hal ini berhubungan terhadap pengetahuan mereka pada penggunan penggunaan  obat-obatan  yang  diberikan.Hubungan antara pendidikan dan pengetahuan pasien ini erat, pengingat juga akan mempeng ruhi  proses  penyembuhan  pasien  dari  sakit  yang  diderita Di Puskesmas  Terminal,  CTM  merupakan  obat  terbanyak  kedua  dengan  jumlah pemakaian sebanyak 27.508 pada tahun 2011. Penggunaan CTM sendiri sering kali digunakan untuk pengobatan ISPA dan dermatitis. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui persentase tingkat pengetahuan pasien terhadap penggunaan CTM  di  Puskesmas  Terminal  dan  Mengetahui  hubungan  pendidikan  terhadap tingkat pengetahuan pasien.

Penelitian deskriftif analitik ini menggunakan teknik sampling non random Accidental Sampling dengan instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup Pada penelitian dari tanggal 11 Mei s/d 24 Mei 2012 didapat 150 responden. Penelitian yang dilakukan mendapatkan hasil bahwa dari 150 responden yang diteliti tingkat pengetahuan pasien tentang penggunaan CTM sebesar 29 responden (19.33%) berpengetahuan  baik,  57 responden  (38.00%)  berpengetahuan  cukup  dan  64 responden (42.67%) berpengetahuan kurang -kurang. Berdasarkan analisis statistik diketahui bahwa tidak ada hubungan antara pendidikan  dengan  tingkat  pengetahuan  pasien  tentang  penggunaan  CTM  di Puskesmas Terminal yang dilihat dari taraf signifikansi uji korelasi yaitu 0,168 yang lebih besar dari derajat kesalahan yang digunakan  yaitu 0,05.

 

 

 

GAMBARAN KUALITAS PELAYANAN OBAT PADA PASIEN DI DEPO BPJS RAWAT JALAN RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA DESEMBER 2014 (Oleh : Onny Syahrir)

Penelitian  ini  dilatarbelakangi  oleh  peningkatan  kualitas  kesehatan melalui  peningkatan  mutu  pelayanan  obat.  Ada  beberapa  hal  dari  studi pendahuluan  dalam  hal  pelayanan  obat  Rawat  Jalan  di  RSUD  Ratu  Zalecha Martapura dianggap pasien belum puas, diantaranya waktu tunggu, fasilitas ruang tunggu  pasien,  informasi  obat  pada  pasien,  ketersediaan  obat  dan  keramahan petugas kesehatan pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk  (1) mengetahui kualitas pelayanan obat pasien BPJS di Depo Rawat Jalan RSUD Ratu Zalecha Martapura, (2) mengetahui perbedaan antara pelayanan yang diharapkan pasien dengan  yang  dirasakan  pasien,  (3)  mengetahui  dimensi  pelayanan  yang  perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang mendapatkan pelayanan obat  pada Depo BPJS Rawat  Jalan  di  Instalasi  Farmasi  RSUD  Ratu  Zalecha  Martapura  yaitu  1630 orang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 321 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner.

Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  kualitas  pelayanan  obat  pasien BPJS di Depo Rawat Jalan RSUD Ratu Zalecha Martapura berkualitas sedang (Indeks Kualitas Pelayanan = 0,226). Terdapat perbedaan yang bermakna (p = 0,000) antara pelayanan  yang diharapkan dengan  yang dirasakan oleh pasien. Rata-rata  harapan  (ekspektasi)  sebesar  4,304,  sedangkan  rata-rata  kenyataan (persepsi)  sebesar  4,079.  Variabel  yang  berpengaruh  terhadap  rendahnya pelayanan terdapat pada dimensi keandalan (reliability).

Pencarian